GAMBARAN PREVALENSI STUNTING PADA ANAK BALITA UMUR 24-59 BULAN

M. Anas Anasiru, Denny Indra Setiawan, Wilka Audina Ibrahim

Abstract


ABSTRACT

 

Stunting or chronic malnutrition refers to  a form of growth failu re.The term is also defined as nutritional status based on body index according to length or height-for-age (L/A or H/A); these terms are the equivalent of the terms stunted and severely stunted.respectively. The purpose of this research was to get an overview of the prevalence of stunting among children aged 24 to 59 months,which conducted in Buhu village, Telaga Jaya sub-district of Gorontalo regency. This descriptive research involved children aged 24 to 59 months. Furthermo re, the sample consisted of 57 children, with one variable, namely stunting prevalence.Indicated that of the 57 respondents had stunting nutritional status; eight children had nulritional status based on body index accord ing to length or height-for-age (L/A or H/A).There were two (3.5%) stunted children, and six (10.52%) severely stunted children. This research concluded that there was 14.02% of stunting prevelence in Buhu village.

 

ABSTRAK

 

Stunting atau malnutrisi kronik merupakan bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan. Definisi lain menyebutkan bahwa pendek dan sangat pendek adalah status gizi yang didasarkan pada indeks panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) yang merupakan padanan istilah stunted (pendek) dan severely stunted (sangat pendek). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi stunting pada anak balita umur 24-59 Bulan di Desa Buhu Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian desktiptif. Populasi yaitu anak balita yang berusia 24-59 bulan. Sampel penelitian ini berjumlah 57 balita. Variable dalam penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu prevalensi stunting. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dari 57 responden yang memiliki status gizi stunting yaitu berjumlah 8 balita dengan status gizi berdasarkan indeks panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U). Status gizi pendek berjumlah 2 balita (3,5%). Dan status gizi sangat pendek berjumlah 6 balita (10,52%). prevalensi stunting di Desa Buhu yaitu (14,02%) dengan status gizi pendek berjumlah 2 balita (3,5%), dan status gizi sangat pendek berjumlah 6 balita (10,52%).

 


Keywords


prevalence; stunting; toddlers; prevalensi; stunting; balita

Full Text:

PDF

References


Achmad Djaeni Sediaoetama. 2008. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa Dan Profesi.Jilid 1.Jakarta: Penerbit Dian Rakyat. p. 245

Aridiyah, F., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan (The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas). E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3, 1.

Bishwakarma, R. (2011). Spatial Inequality in Children Nutrition in Nepal: Implications of Regional Context and Individual/Household Composition.Disertasi, University of Maryland, College Park, United States). Diakses dari http://hdl.handle.net/1903/11683.

Dwiwardani, R. lintang. (2017). Analisis faktor pola pemberian makan pada balita stunting berdasarkan teori transcultural nursing.

Eko, S. (2018) ‘Faktor-Faktor yang Berhub-ungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018’. Universitas Andalas.

Grantham-McGregor SM, Fernald LC., Sethurahman, K. (2007) Development Potensial In The First 5 Years For Children In Developing Countries. Lancet [Internet] 369 : 60-70. Available from: www.sciencredirect.com

Haile, Demwoz, Azage Muluken, Mola Tegegn and Rainey Rochelle. 2016. Exploring spatial variations and factors associated with childhood stunting in Ethiopia : spatial and multilevel analysis. Eithopia : BMC Pediatrics.

Ikeda, N., Yuki, I., & Shibuya, K. (2013). Determinants of reduced child stunting in Cambodia: Analysis of pooled data from three demographic and health surveys. Bulletin of theWorld Health Organization, 91, 341 349. doihttp://dx.doi.org/10.2471/BLT.12.113381.

Kemenkes RI (2010) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI (2013) Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan

Kemenkes RI (2014) Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI (2015) Situasi dan Analisis Gizi, Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.

Kemenkes RI (2016) Situasi Balita Pendek, Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.

Kementrian Kesehatan, (2018). pusdatin : Buletin Stunting. Kementrian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Kumala, meitawati. (2013). Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) Di Posyandu Kelurahan Sidomulyo Godean Sleman 2013.

Kukuh Eka Kusuma, Nuryanto. (2013). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 Tahun. Semarang.

Munthofiah, S. (2008). Hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dengan status gizi anak balita. 23.

Marimbi, H. (2014) Tumbuh Kembang, Status Gizi dan Imunisasi Dasar Pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika

Medhin, Gima dkk. 2010. Prevalence and Predictors Of Undernutrition Among Infants Age Six And Twelve Months In Butajira, Ethipia : The P-MamiE Birth Cohort. Medhin dkk. BMC Public Health, 10:27.

Nasikhah R. (2012). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan di Kecamatan Semarang Timur. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang.

Nasikhah, R dan Margawati, A. (2012). Faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Kecamatan Semarang Timur. Journalof Nutrition College,1(1). Diakses dari http://www.ejournal-s1.undip.ac.id

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan (2nd ed.). Jakarta: PT Rineka Cipta .

Ningtyas, Rina. (2010). Uji Antioksidan Dan Antibakteri Ekstrak Air Daun Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R. M. Smith) (Skripsi). Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Ramli, Agho, K. E., Inder, K. J., Bowe, S. J.Jacobs, J. & Dibley, M. J. (2009). Prevalenceand risk factors for stunting and severe stunting among under-fi ves in North Maluku Province of Indonesia. BMC Pediatrics, 9-64.doi:10.1186/1471-2431-9-64.

Reurings, (2013) ‘Stunting Rates in Infants and Toddlers Born in Metropolitan Quetzaltenango , Guatemala’, Nutrition. Elsevier Inc., 29(4), Pp. 655–660. Doi: 10.1016/J.Nut.2012.12.012.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Jakarta: Balitbangkes.

Soekirman, (2000). Ilmu Gizi dan Aplikasinya.Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Suhardjo. (2003). Berbagai cara pendidikan gizi. Jakarta: Bumi Aksara.

Supriatin, (2004). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh Makan dan Hubungannya dengan Status Gizi Balita.Skripsi.Institut Pertanian. Bogor

Supariasa, I.D.N., Bakri, B. and Fajar, I. (2012) Penilaian Status Gizi, 2nd edition, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Sugyono (2015). Pertumbuhan dan Perkembangan Stunting’, in. Depok: Universitas Indonesia.

Subarkah, T., Nursalam and Rachmawati, P. D. (2016) ‘Pola Pemberian Makan Terhadap Peningkatan Status Gizi pada Anak Usai 1 – 3 Tahun (Feeding Pattern Toward the Increasing of Nutritional Status in Children Aged 1 – 3 Years )’, Jurnal Injec, Vol.1 No 2, Pp. 146–154.

Taguri, A., Betilmal, I., Mahmud, S. M.,Ahmed, A. M., Goulet, O., Galan, P., & Hercberg,S. (2009). Risk factor for stunting among underfi ve in Libya. Public Health Nutrition, 12(8),1141-1149.

Telaga Jaya (2019). Data Laporan Formulir Rekapitulasi Baduta dan Balita yang ditimbang.

Tiwari, R., Ausman, L. M., Argho, K. E. (2014). Determinants of stunting and severe stunting among under-fives: evidence from 2011 Nepal Demographic and Health Survey.BMCPediatrics, 14, 239. Diakses dari http://www.biomedcentral.com/1471-2431/14/239

Uripi, V. (2004). Menu Sehat Untuk Balita. Jakarta : Puspa Swara.

Wagstaff, A. (2018). The Aggregate Income Losses from Childhood Stunting and the Returns to a Nutrition Intervention Aimed at Reducing Stunting. (August).

World Health Organization (2018a) ‘Faktor Terjadinya Stunting’, in Switzerland.




DOI: http://dx.doi.org/10.52365/jhn.v7i1.461

Article Metrics

Abstract view : 20 times
PDF - 8 times

Copyright (c) 2022 JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed In :

googlePORTAL GARUDAlIPIdimensionslIPIlIPI

Creative Commons License
Journal Health and Nutritions is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

 

NOMOR ISSN

ONLINE : 2549-7618

CETAK : 2407-8484