IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS PADA BAKSO DI KELURAHAN MOODU KECAMATAN KOTA TIMUR KOTA GORONTALO

Nur Intan Lestari, Misnati Misnati

Abstract


ABSTRACT

Borax have long been misused by several producers to make meatballs, noodles, rice crackers, rice cake, soy sauce and even chicken porridge. Borax function is actually used in the non-food industry as a cleaning agent, wood preservative, solder material, antiseptic and cockroach controller. This study aims to identify the content of borax in meatballs in Moodu Village, Kota Timur District, Gorontalo City. This type of research is descriptive research. the sample in this study is a number of seven (7) sellers of meatball sellers. Meatballs are tested using filter paper and curcumin solution. The results of the study showed that from seven (7) meatballs sampled and analyzed for borax content, all samples were negative or did not contain borax. The conclusion of the study was based on laboratory tests of meatballs taken from seven (7) meatball stalls scattered in Moodu Village, Kota Timur Subdistrict, Gorontalo City. It was known that none of these meatballs contained borax.

Keywords: Borax, Meatballs, Curcumin Test


ABSTRAK

Boraks sejak lama disalahgunakan oleh beberapa produsen untuk pembuatan bakso, mie, kerupuk beras, lontong, kecap bahkan bubur ayam. Fungsi boraks sebenarnya adalah digunakan dalam industri non pangan sebagai bahan pembersih, pengawet kayu, bahan solder, antiseptic dan pengontrol kecoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks pada bakso di Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. sampel dalam penelitian ini yaitu sejumlah tujuh (7) penjual penjual bakso. Bakso di uji menggunakan kertas saring dan larutan kurkumin. Hasil penelitian bahwa dari tujuh (7) bakso yang dijadikan sampel dan dianalisis kandungan boraksnya, seluruh sampel negatif atau tidak mengandung boraks. Kesimpulan penelitian berdasarkan uji laboratorium dari bakso yang diambil dari tujuh (7) warung bakso yang tersebar di Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo diketahui bahwa tidak satu pun bakso tersebut mengandung boraks.

Kata kunci : Boraks, Bakso, Uji kurkumin

Keywords


Boraks; Bakso; Uji kurkumin

Full Text:

PDF

References


Cahyadi Wisnu. 2008. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumu Aksara

Fadjar, K. 2017. AnalisiS Boraks Secara Cepat, Mudah dan Murah Pada Kerupuk. Jurnal Teknologi Proses Dan Inovasi Industri

Indri, Y. 2014. Uji Kandungan Boraks pada Jajanan Kerupuk dengan Menggunakan Air Kunyit dan Metode Flame. Artikel

Istiqomah, S. 2016. Penambahan Boraks dalam Bakso dan Faktor Pendorong Penggunaannya Bagi Pedagang Bakso di Kota Bengkulu. Jurnal Sain Veteriner

Kemenkes RI. 2012. Permenkes RI No. 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan. Jakarta

Mudzkirah, 2016. Identifikasi Penggunaan Zat Pengawet Boraks dan Formalin pada Makanan Jajanan di Kantin UIN Alauddin Makassar (Skripsi). Makassar: Universitas Islan Negeri Alauddin

Ratna Sri. 2015. Identifikasi Formalin Pada Bakso Dari Pedagang Bakso di Kecamatan Panakukkang Kota Makassar (Skripsi). Makassar: Universitas Hasanuddin

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta: Bandung

Silalahi, J. Meliala, I. Panjaitan, L. 2010. Pemeriksaan Boraks di Dalam Bakso di Medan. Fakultas Farmasi Universitas Sumatra Utara, Medan

Sultan, P., Sirajuddin, S., Najamuddin, U. 2013. Analisis Kandungan Pengawet Boraks Pada Jajanan Bakso di SDN Kompleks Mangkura Kota Makassar. Jurnal Fakultas Ilmu Gizi. Universitas Hasanudin Makassar.

Widayat Dandik. 2011. Uji Kandungan Boraks Pada Bakso (studi pada Warung di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember). Jember: Universitas Jember

Wijaya,D. 2011. Waspadai Zat Aditif dalam Makananmu. Buku Biru. Jogjakarta.




Copyright (c) 2019 JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Indexed In :

googlelIPIlIPI lIPIlIPI

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah

Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.