HUBUNGAN KONSUMSI SAYURAN DAN BUAH, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI REMAJA
Abstract
Adolescence is a transition phase from childhood to adulthood. The adolescent age group of 10-19 is very vulnerable to nutritional problems, because at that age adolescents experience hormonal changes which may affect their physical changes. Nutritional problems in adolescents appear due to nutritional behavior and misunderstanding of consumption and balanced nutritional needs. This study aims to determine the relationship between vegetables and fruits consumption, macronutrients intake, and physical activity with nutritional status in adolescents in Wiyung district. This research is a quantitative research with a cross sectional approach. Respondents of this study are 96 teenagers. Data was collected using the SQ-FFQ form, 2x24 hour food recall form, Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) and direct measurements of body weight and height. Data analysis using Spearman's rank test. The results of the study based on female gender showed that there was a significant relationship between vegetable consumption (p=0.000), fruit consumption (p=0.001), energy intake (p=0.004), fat intake (p=0.001), carbohydrate intake (p=0.000) , and physical activity (p=0.000) with the nutritional status of adolescents. Meanwhile, protein intake (p=0.185) had no correlation with the nutritional status of adolescents. The results of the study based on male gender showed that there was a significant relationship between energy intake (p=0.004), protein intake (p=0.000), fat intake (p=0.046), carbohydrate intake (p=0.004), and physical activity (p = 0.002) with the nutritional status of adolescents. Meanwhile, vegetable consumption (p=0.341) and fruit consumption (p=0.947) had no correlation with adolescent nutritional status.
Usia remaja merupakan kondisi peralihan masa anak- anak menuju dewasa. Kelompok usia remaja 10-19 tahun termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap permasalahan gizi, dikarenakan pada usia tersebut remaja mengalami perubahan hormonal dan berpengaruh pada perubahan fisiknya. Permasalahan gizi pada remaja timbul akibat perilaku gizi dan pemahaman yang salah mengenai konsumsi dan kebutuhan gizi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi sayur dan buah, asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di kecamatan wiyung surabaya. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Responden penelitian ini berjumlah 96 remaja. Data dikumpulkan menggunakan formulir SQ-FFQ, formulir food recall 2x24 jam, Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) serta pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung. Analisis data dengan menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin perempuan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan konsumsi sayur (p=0,000), konsumsi buah (p=0,001), asupan energi (p=0,004), asupan lemak (p=0,001), asupan karbohidrat (p=0,000), dan aktivitas fisik (p=0,000) dengan status gizi remaja. Sedangkan asupan protein (p=0,185) tidak memiliki korelasi dengan status gizi remaja. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin laki-laki menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan asupan energi (p=0,004), asupan protein (p=0,000), asupan lemak (p=0,046), asupan karbohidrat (p=0,004), dan aktivitas fisik (p=0,002) dengan status gizi remaja. Sedangkan konsumsi sayur (p=0,341) dan konsumsi buah (p=0,947) tidak memiliki korelasi dengan status gizi remaja.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Almatsier S. 2016. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Almatsier S, Susirah S, Moesijanti S. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Gramedia. Jakarta.
Amalia RW, Nuzrina R, Pakpahan TH. 2013. Analisis Sistem Penyelenggaraan Makanan Dan Hubungan Asupan Energi Dan Zat Gizi Makro Dengan Status Gizi Pada Santri Di Pondok Pesantren Daarul Rahman.
Arisman. 2010. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Coelho TLU and Wendy WE. 2011. Optimizing womens’s health throunutrition. CRC Press, Taylor dan Francis Group. USA.
Deshmukh VR and Kulkarni AA. 2017. Body image and its relation with body mass index among Indian Adolescent. Indian Pediatrics. 54: 1025- 1029.
Dieny FF. 2014. Permasalahan Gizi Pada Remaja Putri. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Fentiana. 2012. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Semarang. Journal of Nutrition College. 3(2) : 33-39.
Haq AB. 2014. Status Gizi, Asupan Makan Remaja Akhir. Journal of Nutrition College. 3(4): 489–494.
Husna U and Fatmawati R. 2015. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia dengan Pola Makan (Relationship of Knowledge About Anemia on Young Women With Dietary). Profesi. 12(2): 52–57.
Indriasari R. 2013. Hubungan Asupan Zat Gizi dengan Status Gizi pada Remaja Putri Di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar Tahun 2013. Laporan penelitian. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Izhar MD. 2020. Hubungan Antara Konsumsi Junk Food, Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Siswa SMA Negeri 1 Jambi. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati. 5(1): 1 – 10.
Karyawati, Astiti D, Afifah E. 2016. Hubungan Antara Konsumsi Sayur Danbuah Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMA Muhamadiyah 3 Yogyakarta. Naskah Publikasi. Univevrsitas Alma Ata. Yogyakarta.
Kemenkes RI. 2020. Panduan Gizi Seimbang Pada Masa COVID-19. Kemenkes RI. Jakarta.
Kemenkes RI. 2012. Strategi Nasional Penerapan Pola Konsumsi Makanan dan Aktivitas Fisik Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular. Kemenkes RI. Jakarta.
Kemenkes RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Kemenkes RI. Jakarta.
Klau YH, Ciptorini D, Styaningrum SD. 2013. Hubungan Asupan Energi Protein Lemak dan Karbohidrat Dengan Status Gizi Pelajar di SMPN 1 KOKAP Kulon Progo Yogyakarta. Laporan penelitian. Universitas Respati Yogyakarta. Yogyakarta.
Kumala M dan Bardosono S. 2014. Masalah Gizi Ganda pada Remaja Usia 15-19 Tahun. Journal of the Indonesian Medical Association. 64(1): 1 – 10.
Masdrawati dan Hidayati S. 2012. Asupan Energi dan Protein Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa FKM-UVRI Makassar Tahun 2009. Jurnal Ilmiah. 1(2): 1 – 12.
Mulia A. 2010. Pengetahuan Gizi, Pola Makan dan Status Gizi Mahasiswa Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan Tahun 2010. Laporan penelitian. Medan.
Nova M dan Yanti R. 2018. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Pengetahuan Gizi dengan Status Gizi pada Siswa MTS. An-Nurkota Padang. Jurnal Kesehatan Perintis. 5(2): 169–175.
Nugroho PS, Tianingrum NA, Sunarti S, Rachman A, Fahrurodzi DS, Amiruddin R. 2020. Predictor risk of diabetes mellitus in Indonesia, based on national health survey. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences. 16(1): 126–130.
Nurvita V. 2015. Hubungan Antara Self-esteem dengan Body Image pada Remaja Awal yang Mengalami Obesitas. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental. 4(1): 1–9.
Pradita S, Zimmerman MB, Klaus K, 2018. Nutritional Anemia Switzerland. Sight and Life Press. USA.
Purnakarya. 2011. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC. Jakarta.
Rachmayani SA., Kuswari M, Melani V. 2018. Hubungan Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di SMK Ciawi Bogor. Indonesian Journal of Human Nutrition. 5(2): 125–130.
Reppi B, Kapantow NH, Punuh MI. 2015. Hubungan Antara Asupan Energi Dengan Status Gizi Siswi SMA Negeri 4 Manado. Media Kesehatan. 2(1): 1–7.
Restiani N. 2019. Hubungan Citra Tubuh, Asupan Energi Dan Zat Gizi Makro Serta Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Lebih Pada Siswa SMP Muhammadiyah 31 Jakarta Timur Tahun 2012. Skripsi. Universitas Indonesia. Jakarta.
Sari DM. 2014. Gambaran praktek pedoman gizi seimbang (PGS) pada remaja di MTs. Pembangun UIN Syarifhidayatullah Jakarta tahun 2013. Skripsi. UIN Syarifhidayatullah. Jakarta.
Serly V, Sofian A, Ernalia Y. 2015. Hubungan Body Image, Asupan Energi dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau Angkatan 2014. Jurnal FK. 2(2): 1–14.
Soekirman. 2012. Perlu Paradigma baru untuk menanggulangi masalah gizi Makro di Indonesia. Institusi Pertanian Bogor (IPB). Bogor.
Sumamur. 2014. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Nur. Jakarta.
Sumardilah dkk. 2010. Hubungan tingkat konsumsi makanan dengan status gizi siswa SMA di Bandar Lampung 2009. Jurnal kesehatan. 1(1): 1 – 11.
Sutriani. 2018. Iron Deficiency and Cognitive Achievement among School-Aged Children and Adolenscents in the United States. Pediatrics. 107(6): 13811386.
Utami H dan Shofiya. 2016. Efek Aktivitas Fisik Terhadap Status Gizi Remaja di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. Jurnal Gizikes. 2(1): 122–128.
Verawati B, Afrinis N, Yanto N. 2021. Hubungan Asupan Protein Dan Ketahanan Pangan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Masa. Prepotif Jurnal Kesehatan Masyarakat. 5(1): 415–423.
Wibowo CDT, Notoatmojo H, Rohmani A. 2013. Relationship between Nutritional Status With Anemia in Female Teenager’s in Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 3 Semarang. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah. 1(2): 1–5.
Widawati. 2018. Gambaran Kebiasaan Makan dan Status Gizi Remaja di SMAN 1 Kampar Tahun 2017. Jurnal kesehatan. 2(2) 146-159
Wijayanti A. 2013. Gizi Untuk Kebidanan. Nuha Medika.Yogyakarta.
Winarsih. 2018. Pengantar ilmu gizi dalam kebidanan. Pustaka Baru. Yogyakarta.
Yuliah Y, Adam A, Hasyim M. 2018. Konsumsi Sayur dan Buah dengan Kejadian Obesitas pada Remaja Di Sma Negeri 1 Mamuju. Jurnal Kesehatan Manarang. 3(1): 50 – 59.
Zuhdy N, Ani LS, Utami WAU. 2015. Aktivitas Fisik, Pola Makan dan Status Gizi Pelajar Putri SMA di Denpasar Utara. Public Health and Preventive Medicine Archive. 3(1): 78–83.
DOI: http://dx.doi.org/10.52365/jhn.v9i2.741
Article Metrics
Abstract view : 704 timesCopyright (c) 2023 JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Journal Indexes
Indexed In :
Journal Health and Nutritions is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

