ANALISIS KANDUNGAN ZAT BESI DAN UJI ORGANOLEPTIK PADA MUFFIN INOVATIF DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG BAYAM MERAH DAN PUREE PISANG AMBON

Vina Aprilia, M. Rachmat Kasmad, Ilham Kamaruddin

Abstract


Iron is an essential mineral that plays a crucial role in hemoglobin formation. Inadequate iron intake may increase the risk of anemia, particularly among adolescent girls. One strategy to improve iron intake was through food innovation based on local ingredients. The study was aimed to analyze iron content, iron contribution of muffin, and organoleptic acceptance of innovative muffins substituted with red spinach flour and ambon banana puree. The experimental study employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four formulations namely F0 (100%:0%:0%), F1 (80%:10%:5%), F2 (70%:20%:10%), and F3 (55%:30%:15%) for flour: red spinach flour: ambon banana puree. Iron content was analyzed using laboratory methods, while organoleptic evaluation assessed color, texture, smell and taste. The results showed significant differences in iron content among formulations, with F3 having the highest iron content and F0 the lowest, indicating that higher substitution levels of red spinach flour and ambon banana puree positively increased muffin iron content. Formulations 2 and 3 were able to meet the target 30% of daily iron requirements for adolescent girls with two cup muffin while remaining within the recommended energy limits for snacks. Organoleptic test results revealed that F2 was the best formulation, demonstrating the highest panelist preference and the most balanced sensory characteristics. The conclusion of the study was the substitution of red spinach flour and Ambon banana puree in muffins increases iron content, with F3 having the highest level, F2 and F3 were able to meet approximately 30% of iron requirements as snack options, while formulation F2 was considered the best due to its highest level of acceptability and most optimal sensory characteristics.

Zat besi merupakan mineral esensial yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko anemia, khususnya pada remaja putri. Upaya peningkatan asupan zat besi dapat dilakukan melalui inovasi pangan berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat besi, pemenuhan zat besi muffin, serta penerimaan organoleptik muffin inovatif dengan substitusi tepung bayam merah dan puree pisang ambon. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat formulasi, yaitu F0 (100%:0%:0%), F1 (80%:10%:5%), F2 (70%:20%:10%), dan F3 (55%:30%:15%) untuk perbandingan tepung terigu: tepung bayam merah: puree pisang ambon. Analisis kandungan zat besi dilakukan melalui analisis laboratorium, sedangkan uji organoleptik meliputi aspek warna, tekstur, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kandungan zat besi pada setiap formulasi, dengan nilai tertinggi pada F3 dan terendah pada F0, yang menandakan bahwa peningkatan substitusi tepung bayam merah dan puree pisang ambon berpengaruh terhadap peningkatan kadar zat besi muffin. Formulasi 2 dan 3 mampu memenuhi target kontribusi 30% kebutuhan zat besi harian remaja putri dengan dua cup muffin dan tetap sesuai dengan batas energi makanan selingan. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa F2 merupakan formulasi terbaik dengan tingkat penerimaan panelis tertinggi dan keseimbangan karakteristik sensorik yang optimal. Kesimpulan penelitian ini adalah substitusi tepung bayam merah dan puree pisang ambon pada muffin meningkatkan kadar zat besi dimana F3 memiliki kandungan tertinggi, F2 dan F3 mampu memenuhi sekitar tiga puluh persen kebutuhan zat besi sebagai makanan selingan, serta formulasi F2 menjadi yang terbaik karena paling disukai dan memiliki karakteristik sensorik paling optimal.


Keywords


ambon banana puree; iron; innovative muffin; organoleptic test; red spinach flour; puree pisang ambon; zat besi; muffin inovatif; uji organoleptik; tepung bayam merah

Full Text:

PDF

References


Alfani H dan Nuriannisa F. 2022. Literature review: konsumsi protein, zat besi, dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri. Journal Scientific of Mandalika. 3(8): 385–397.

Aryati Y, Zamruddin NM, Prasetya F. 2024. Pemanfaatan jus pisang ambon (Musa paradisiaca l .) kombinasi susu kedelai dan madu sebagai alternatif meningkatkan kadar hemoglobin untuk remaja putri. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia. 10(1): 44–53. doi: https://doi.org/10.35311/jmpi.v10i1.473.

Bailey. 2024. Gluten in quick breads : preventing tunneling and overmixing. Food Safety Institute. New York.

Fadhli, R., Kasdin.,Yanti, R. 2024. Evektivitas pemberian puding bayam merah terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia. Jurnal Ilmu Keperawatan. 13(1): 42–50. doi: https://doi.org/10.35328/keperawatan.v13i1.2636.

Gunawan M, Riandani AP, Saleh E, Rodianawati I, Budaraga IK, Surani S, Syarifa N, Astuti SD, Nurhayati, Fayyadh Z. 2024. Teknik evaluasi sensori produk pangan. edisi pertama. CV HEI Publishing Indonesia. Padang.

Guntarti A dan Ruliyani A. 2020. Penetapan flavonoid total dan uji aktivitas aktioksidan bayam (Amaranthus tricolor L.) varietas giti merah dan giti hijau. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis. 6(1): 51–59.

Ibrahim F, Bau WA, Nurlaily S. 2023. Pengaruh pemberian pisang ambon terhadap kadar hemoglobin remaja putri. Jambura Journal of Health Sciences and Research. 5(1): 362–368.

Indriyani R, Putri M, Nugroho A, Putri NI. 2025. Kajian pembuatan cupcake dari tepung bayam merah dan tepung ikan teri terhadap kandungan nilai gizi sebagai makanan selingan. Journal of Dietetics Science. 1(1): 22–36. doi: https://doi.org/10.26630.

Istiqomah K dan Farida E. 2024. Daya terima dan kandungan gizi cookies sorgum (sorghum Bicolor, L) dengan penambahan bayam (Amaranthus Sp.) sebagai makanan selingan bagi wanita usia subur (WUS). Media Gizi Kesmas. 13(1): 377–385. doi: https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.377-385.

Johnson and McGraw H. 2018. Culinary essensial baking and pastry application: quick breads. Johnson and Wales University. USA.

Kemenkes RI. 2023. Buku saku pencegahan anemia pada ibu hamil dan remaja putri. Kemenkes RI. Jakarta.

Kemenkes RI. 2020. Tabel komposisi pangan Indonesia. Kemenkes RI. Jakarta.

Kemenkes RI. 2019. Angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. Kemenkes RI. Jakarta.

Kusnandar F, Rahayu WP, Marpaung AM, Santoso U. 2020. Perspektif global ilmu dan teknologi pangan. Patpi. Jakarta.

Kusumawati D, Amanto B, Muhammad D. 2012. Pengaruh perlakuan pendahuluan dan suhu pengeringan terhadap sifat fisik, kimia, sensori tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus). Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Sebelas Maret. 1(1): 41–48.

Liando S, Zakaria F, Musa N. 2024. Pertumbuhan dan hasil dua varietas bayam merah (Amarathus tricolor L.) pada berbagai dosis pupuk NPK. Jurnal Agroteknotropika. 13(1): 41–49.

Mardalena I. 2021. Dasar dasar ilmu gizi. Pustaka Baru Press. Jakarta

Nurjaya, Aslinda W, Bahja. 2023. Buku ajar ilmu teknologi pangan. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palu. Palu.

Purwidiani N, Sulandjari, S, Handajani S. 2022. Pengaruh penggunaan gula yang berbeda terhadap sifat organoleptik dan tingkat kesukaan selai pisang ambon. Jurnal Tata Boga. 11(2): 1-11.

Raihan RU dan Makkiyah FA. 2024. Manfaat substitusi tepung terigu dalam produksi biskuit. Jurnal Ikhraith Teknologi. 8(1): 54–60. doi: https://doi.org/10.37817/ikraith-teknologi.v8i1.3243.

Rokhmah LN, Setiawan RB, Purba DH, Anggraeni N, Suhendriani S, Faridi A, Hapsari MW, Kristianto Y, Hasanah LN, Argaheni NB, Anto, Handayani T, Rasmaniar. 2022. Pangan dan gizi.Yayasan Kita Menulis. Jakarta.

Syefani TA dan Nuraeni A. 2024. Modifikasi pancake mocaf dengan penambahan kacang merah dan hati ayam untuk pencegahan anemia. Pontianak Nutrition Journal. 7(2): 1-10. doi: https://doi.org/10.30602/pnj.v7i2.1515.

Suoth EJ, Sumantri S, Rumondor E, Margaretha P, Saerang M. 2021. Stabilitas ekstrak daun bayam merah dan pengaplikasiannya. Journal Chemical Prog Unsrat. 14(2): 93–100. doi: https://doi.org/10.35799/cp.14.2.2021.37113.

Teo PS, Dam RM, Van WC, Wei L, Tan L, Forde C.G. 2021. Consumption of foods with higher energy intake rates is associated with greater energy intake , adiposity , and cardiovascular risk factors in adults. Journal of Nutrition. 151(2): 370–378. doi: https://doi.org/10.1093/jn/nxaa344.

Tyas A, Bahar A, Kristiastuti D, Miranti MG. 2022. Komposisi gizi dan peluang bisnis dari pemanfaatan tepung lokal pada kue muffin. Jurnal Tata Boga. 11(3): 69–81.

Yeni R. 2023. Formulasi biskuit dengan tepung kelor dan tepung kedelai sebagai pangan fungsional. Skripsi. Universitas Andalas.




DOI: http://dx.doi.org/10.52365/jhn.v12i1.1668

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2026 JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Journal Indexes

Indexed In :

Portal Garuda Dimensions Sinta

Creative Commons License
Journal Health and Nutritions is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

NOMOR ISSN
ONLINE : 2549-7618
CETAK : 2407-8484