Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Efektifitas Pelaksanaan Telemedicine
Abstract
Pemanfaatan layanan telemedicine merupakan salah satu kebijakan yang strategis guna meminimalisir kontak fisik antara dokter dan pasien dalam upaya pengendalian penyebaran penyakit. Telemedicine memang memiliki banyak kelebihan, tetapi ada beberapa kekurangan telemedicine untuk konsultasi dokter online yang perlu diketahui, seperti sulit mengakses telemedicine, kurang membangun ikatan dengan dokter dan ada penyakit yang tidak bisa diperiksa secara online. Desain penelitian ini adalah systematic review dengan melihat secara sistematis jurnal dan artikel rentang tahun 2020-2022 pada google scholar, portal garuda, dan science direct. Dalam melakukan pengumpulan artikel tentang faktor pelaksanaan telemedicine, penulis melakukan pencarian dengan menggunakan kata kunci yang sudah disusun dan setelahnya dilakukan seleksi dan dihasilkan sebanyak 27 artikel dan diseleksi kembali menjadi 5 artikel saja dikarenakan artikel tersebut memiliki struktur kurang lengkap dan berbentuk review artikel. Hasil review diketahui dari ulasan mengidentifikasi dari 5 (lima) artikel tentang telemedicine memiliki beberapa inovasi yang dapat digunakan dalam mengamati, mengantisipasi, dan mengobati beberapa penyakit tertentu, namun dalam penerapan telemedicine terdapat hambatan antara lain berasal dari sumber daya manusia dan sarana prasarana yang digunakan telemedicine dimana masih banyak masyarakat dengan kalangan menengah ke bawah yang belum dapat mengoperasikan internet maupun handphone berbasis internet. Terdapat korelasi yang kuat dengan himbauan pemerintah untuk pencegahan penularan penyakit pada masa pandemic ataupun infeksi nosokomial. Secara kemanfaatan, telemedicine adalah salah satu solusi masalah kesenjangan pelayanan kesehatan pengetahuan, sikap, kepercayaan, aksesbilitas, peran lingkungan sekitar, penilaian kesehatan individu, dan persepsi manfaat bagi masyarakat.
The use of telemedicine services is one of the strategic policies to minimize physical contact between doctors and patients in an effort to control the spread of disease. Telemedicine does have many advantages, but there are some drawbacks of telemedicine for online doctor consultations that need to be known, such as difficulty accessing telemedicine, a lack of building bonds with doctors, and the fact that some diseases cannot be examined online. The research design is a systematic review by systematically looking at journals and articles spanning 2020–2022 on Google Scholar, Garuda Portal, and Science Direct. In collecting articles on telemedicine implementation factors, the author conducted a search using the keywords that had been compiled, and after that, a selection was carried out, and 27 articles were produced and re-selected into 5 only because the articles had an incomplete structure and were in the form of an article review. The results of the review are known from the review, which identified five articles about telemedicine that have several innovations that can be used in observing, anticipating, and treating certain diseases. But in the implementation of telemedicine, there are obstacles, including those coming from human resources and the infrastructure used by telemedicine, where there are still many people from the lower middle class who cannot operate the internet or internet-based mobile phones. There is a strong correlation with government appeals to prevent disease transmission during pandemics or nosocomial infections. In terms of benefits, telemedicine is a solution to the problem of gaps in health services in knowledge, attitudes, beliefs, accessibility, the role of the surrounding environment, individual health assessments, and perceptions of benefits for society.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Andrianto, Wahyu. 2021. “Tinjauan Perbandingan Penyelenggaraan Telemedicine Antara Indonesia dan Amerika Serikat.” Jurnal Hukum Kesehatan Indonesia 01 (02): 1–10.
Batubara, Faza Khairani, Pujiyanto, dan Lutfan Lazuardi. 2014. “Implementasi Telemedicine Untuk Pelayanan Pasien Bedah Saraf Pada Masa Pendemi Covid-19 Di Asia Tenggara.” Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia 6 (8): 3800–3817.
Dharma, Anak Agung Gde Siddhi Satrya. 2020. “Pengaturan Pelayanan Kesehatan yang di lakukan oleh Dokter Melalui Telemedicine.” Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) 9 (3): 621. https://doi.org/10.24843/jmhu.2020.v09.i03.p12.
Ganiem, Leila Mona. 2021. “Efek Telemedicine pada Masyarakat (Kajian Hukum Media McLuhan: Tetrad).” Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi 9 (2): 87–97. https://doi.org/10.14710/interaksi.9.2.87-97.
Irmawartini, dan Nurhaedah. 2017. "Metodologi Penelitian." Diedit oleh Asnah Said. Pertama. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/Daftar-isi-Metodologi-Penelitian_k1_restu.pdf.
Kuntardjo, Carolina. 2020. “Dimensi Etik dan Hukum Telemedisin di Indonesia : Cukupkah Permenkes nomor 20 tahun 2019 Sebagai Bingkai Praktik Telemedisin di Indonesia?” Soepra 6 (1): 1–14.
Lestari, Rinna Dwi. 2021. “Perlindungan Hukum bagi Pasien dalam Telemedicine.” Cakrawala Informasi 1 (2): 51–65.
Martiraz, Yundri, Adik Wibowo, dan Amelia Fauzia. 2022. “Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Systematic Review : Efektivitas Telemedicine pada.” Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat 2 (November 2021): 111–18.
Masa, M Anas. 2014. “Strategi Pengembangan Implementasi Telemedicine Di Sulawesi Selatan.” InComTech Jurnal Telekomunikasi dan Komputer 5 (3): 227–50.
Nuroctaviani, Aini, Ervina Permata Satia, Dina Sonia, dan Politeknik Piksi Ganesha. 2021. “Analisis Penggunaan Telemedicine Pada Pendaftaran Rekam Medis Klinik Pratama Medika Antapani.” Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia 1 (8): 910–16.
Oktaviani, Eva. 2013. “Penerapan Home Telemedicine untuk Perawatan Paliatif pada Anak (Mediatric Palliative Care).” Journal of Chemical Information and Modeling 53 (9): 353–62.
Romdlon, Mahindra Awwaludin, Luthfi Kalbu Adi, dan Aris Aji Kurniawan. 2021. “Telemedicine dalam Konstruksi Hukum di Indonesia.” Kosmik Hukum 21 (2): 142–51.
Salesika, Rico Januar Sitorus, dan Rizma Adlia Syakurah. 2021. “Penggunaan Telemedicine Sebagai Teknologi Informasi Dalam Rangka Solusi Alternatif Pencegahan Penyebaran COVID-19 : Literature Review.” The Indonesian Journal of Health Promotion 4 (4): 448–55.
Sari, Genny Gustina, dan Welly Wirman. 2021. “Telemedicine sebagai Media Konsultasi Kesehatan di Masa Pandemic COVID 19 di Indonesia.” Jurnal Komunikasi 15 (1): 43–54. https://doi.org/10.21107/ilkom.v15i1.10181.
Siboro, Maylin Djuana, Antono Surjoputro, dan Rani Tiyas Budiyanti. 2021. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Layanan Telemedicine Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Pulau Jawa.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) 9 (5): 613–20. https://doi.org/10.14710/jkm.v9i5.30762.
Taslim, Muhammad Anis, Kusnanto Kusnanto, dan Yulia Setiya Dewi. 2021. “Efektivitas Telemedicine Terhadap Perawatan Pasien Diabateic Foot Ulcers: Tinjauan Sistemastis.” NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan 7 (1): 61. https://doi.org/10.30659/nurscope.7.1.61-69.
DOI: http://dx.doi.org/10.52365/jond.v2i2.515
Article Metrics
Abstract view : 684 timesRefbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed in:
