ASUPAN PROTEIN DAN CAIRAN DENGAN KEJADIAN EDEMA PERIFER PASIEN DENGAN HEMODIALISIS RUTIN

Nirmalasari Nirmalasari, Yade K. Yasin, Hasmyati Hasmyati

Abstract


Chronic kidney disease (CKD) is a disorder of kidney function that can cause fluids, electrolytes, waste and metabolic toxins to accumulate in the body, requiring the patient to undergo hemodialysis therapy as a substitute for kidney function. In addition, CKD patients must monitor their diet, including protein and fluid intake, to prevent edema. The study aimed to determine the relationship between protein and fluid intake and incidence of peripheral edema in patients undergoing routine hemodialysis at Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar Hospital. The research design used was analytical observational with a cross-sectional approach, involving 38 subject that met the inclusion criteria. Data on intake were collected using a 24-hour recall method, while data on peripheral edema were obtained through clinical examination. The correlational test was used the Spearman Rank test to determine the relationship between variables. In the study, the result of the univariate analysis showed that protein and fluid intake in patients undergoing routine hemodialysis were mostly in the aduquate categories, with some patients in the excessive category. Meanwhile, fluid intake was mostly in the excessive category, although some patients were still in the low and adequate categories. The correlational analysis showed a moderate relationship between protein intake and the occurrence of peripheral edema with a negative correlation direction (r=-0,355; p=0,029), and a strong relationship between fluid intake and the occurrence of peripheral edema with a positive correlation direction (r=0,692; p<0,001). Low protein intake was associated with the occurrence of peripheral edema, and excessive fluid intake was associated with the occurrence of peripheral edema.

Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah gangguan fungsi ginjal yang dapat menyebabkan cairan, elektrolit, limbah dan racun sisa metabolisme menumpuk dalam tubuh sehingga pasien memerlukan terapi hemodialisis sebagai pengganti ginjal. Selain itu, pasien PGK harus memperhatikan pengaturan diet termasuk pada asupan protein dan cairan untuk mencegah terjadinya edema. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dan cairan dengan kejadian edema perifer pasien dengan hemodialisis rutin di RS Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 38 subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data asupan dilakukan dengan metode recall 24 jam, sedangkan data edema perifer dilakukan dengan pemeriksaan klinis. Uji hubungan yang digunakan adalah uji Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antar variabel. Pada penelitian ini didapatkan hasil analisis univariat pada asupan protein dan cairan pasien yang menjalani hemodialisis rutin mayoritas dalam kategori adekuat dan rendah dan terdapat beberapa pasien dalam kategori berlebih, sedangkan pada asupan cairan mayoritas dalam kategori berlebih, namun masih terdapat beberapa pasien dalam kategori rendah dan adekuat. Hasil analisis korelatif terdapat hubungan yang cukup antara asupan protein dengan kejadian edema perifer dengan arah korelasi negatif (r=-0,355; p=0,029), dan terdapat hubungan yang kuat antara asupan cairan dengan kejadian edema perifer dengan arah korelasi positif (r=0,692; p<0,001). Asupan protein yang rendah berhubungan dengan kejadian edema perifer, dan asupan cairan yang berlebih berhubungan dengan kejadian edema perifer.


Keywords


chronic kidney disease; fluid intake; peripheral edema; protein intake; penyakit ginjal kronik; asupan cairan; edema perifer; asupan protein

Full Text:

PDF

References


Adnan dan Virti SJ. 2023. Karakteristik dan terapi antianemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Praeparandi. 7(1): 12–22.

Agustina MS, Hasbyalloh MS, Rianto B. 2024. Hubungan antara kepatuhan pembatasan asupan cairan dengan lama menjalani hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronis. Jurnal Kesehatan Bhakti Husada. 10(1): 1–8.

Almay SHN, Sutjiati E, Rahman N. 2024. Analisis hubungan kepatuhan diet dengan tingkat. Jurnal Pendidikan Kesehatan. 13(1): 13–23.

Alobaidi S. 2025. Protein consumption and personalised nutrition in ckd: a comprehensive review. Nutrition Research Reviews. 38(2): 599-612.

Anidarlina. 2023. Penerapan terapi kombinasi elevasi kaki 30° dan ankle pump exercise terhadap edema kaki pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu Tahun 2023. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti. Bengkulu.

Anita DC dan Husada IS. 2020. Depresi pada pasien hemodialisa perempuan lebih tinggi. Proceeding of The Urecol. 2: 277–288.

AsDI. 2019. Penuntun diet dan terapi gizi (4th Ed) Asosiasi Dietisien Indonesia. Edisi Keempat. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta.

Butar R. 2024. Gambaran asupan natrium dan cairan pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dengan frekuensi berbeda di RSUD dr. Doris Sylvanus Provinsi Kalimantan Tengah. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Palangka Raya.

Chikarrani G, Fauzi Z, Nugraheni TL. 2019. Hubungan antara asupan natrium, kalium, protein, dan cairan dengan edema pada penderita gagal ginjal kronik rawat jalan dengan hemodialisa rutin di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Yogyakarta.

Cholifah N, Utomo SP, Rustono, Laily N. 2021. Hubungan diet dan aktivitas fisik dengan tingkat oedema pasien CKD di ruang hemodialisa RSU Kumala Siwi Kudus. Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 12(1): 115–122.

Cipto, Siwoko, Normawati AT, Uripno PS. 2024. Kajian karakteristik penderita gagal ginjal kronis dalam terapi hemodialisis. Jurnal Studi Keperawatan. 5(1): 19–30.

Dina PI. 2023. Hubungan kepatuhan pembatasan cairan dengan terjadinya edema pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS TK. III dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2023. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Alifah Padang. Padang.

Greenberg KI and Choi MJ. 2021. Hemodialysis Emergencies: Core Curriculum 2021. American Journal of Kidney Diseases. 77(5): 796–809.

Handayani T, Mu’minun N, Alamsyah. 2020. Hubungan ketidakpatuhan pembatasan asupan cairan dengan tingkat keparahan gagal ginjal kronik. Healthy Papua. 3(1): 94–99.

Herwinda, Kusumajaya H, Faizal M. 2023. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di ruang hemodialisa Rumah Sakit Medika Stannia Sungailiat tahun 2022. Journal of Nursing Practice and Education. 3(2): 118–126.

Kovesdy CP. 2022. Epidemiology of chronic kidney disease: an update 2022. Kidney International Supplements. 12(1): 7–11.

Nathania JA. 2024. Gambaran asupan protein dan kalium pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dengan frekuensi yang berbeda di RSUD dr. Doris Sylvanus Provinsi Kalimantan Tengah. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Palangka Raya.

Parera GF, Lubis H, Jordan H, Situmorang F. 2024. Kombinasi contrast bath hydrotherapy dan elevasi kaki 15 ˚ pada pasien dengan edema ekstremitas bawah bilateral. Jurnal Pustaka Keperawatan. 3(2): 61–66.

Perhimpunan Nefrologi Indonesia. 2020. 13th Annual Report of Indonesian Renal Registry. Indonesia Renal Registry (IRR). Jakarta.

Pranandhira RAW, Rahman EY, Khatimah H. 2023. Karakteristik pasien chronic kidney disease yang dilakukan hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin selama pandemi Covid-19. Homeostasis. 6(1): 69–78.

Rahayu D, Nasution NUS, Mulyani S, Erowati D, Yolahumaroh. 2025. Hubungan asupan energi dan asupan zat gizi makro terhadap kejadian obesitas pada remaja. Journal of Community Health. 11(2): 290–299.

Rahmadania D, Fusfitasari Y, Eryani S. 2024. Hubungan kepatuhan pembatasan cairan dengan kejadian kelebihan cairan pada pasien dengan gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Jurnal Ilmu Kesehatan. 1(2): 51–60.

Rosalina Y dan Adelina R. 2022. Gambaran asuhan gizi pada pasien pasien rawat inap dengan penyakit gagal ginjal kronik stadium 4 dan 5 di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Gizi dan Kesehatan Manusia. 2(1): 1–14.

Sabatino A, Fiaccadori E, Barazzoni R, Jesus J, Cupisti A, Waele ED, Jonckheer J, Cuerda C, Bischoff SC. 2024. Espen practical guideline on clinical nutrition in hospitalized patients with acute or chronic kidney disease. Clinical Nutrition. 43: 22238–22254.

Sekti BH, Pratiwi YE, Widara RT. 2023. Hubungan pengetahuna pasien gagal ginjal kronik dengan kepatuhan menjalani terapi hemodialisis di Rumah Sakit dr. Soepraoen Malang. Jurnal Farmasi dan Kesehatan. 12(2): 144–151.

Sherly PDA, Siregar A, Yulianti E. 2021. Asupan energi, protein, kalium dan cairan dengan status gizi (SGA) pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Ghidza : Jurnal Gizi dan Kesehatan. 5(2): 211–220.

Suparmo S dan Hasibuan MTD. 2021. Hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya edema post hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Aminah Kota Tangerang. Indonesian Trust Helath Journal. 4(2): 522–528.

Tahir NC, Rijal S, Musa IM, Hidayati PH, Hamzah PN. 2024. Karakteristik pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis tahun 2019-2022 RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo. Journal of Social Science Research. 4(1): 9282–9294.

Tampake R dan Doho ADS. 2021. Karakteristik pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Lentpora Nursing Journal. 1(2): 39–43.

Utami AS, Asmara IGY, Irawati D. 2021. Hubungan adekuasi hemodialisis dengan status gizi pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis reguler di RSUD Kota Mataram. Jurnal Kedokteran Unram. 10(3): 502–508.

Wijaya AK, Andari FN, Nurhayati. 2023. Hubungan self efficacy terhadap kepathuan dalam pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD DR M Yunus Bengkulu. Malahayati Nursing Journal. 5(1): 67–79.

Winarni S, Engkartini, Sarwa. 2025. Karakteristik dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa di unit hemodialisa. Jurnal Penelitian Keperawatan. 2(1): 86–92.




DOI: http://dx.doi.org/10.52365/jhn.v12i1.1664

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2026 JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Journal Indexes

Indexed In :

Portal Garuda Dimensions Sinta

Creative Commons License
Journal Health and Nutritions is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

NOMOR ISSN
ONLINE : 2549-7618
CETAK : 2407-8484