HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GOUT ARTRITIS DI RSUD TOTO KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO

Imran Tumenggung

Abstract


Penyakit gout artritis adalah salah satu penyakit peradangan sendi yang ditandai dengan penumpukan kristal monosodium urat di dalam ataupun di sekitar persendian. Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang beresiko terserang penyakit asam urat atau gout arthritis adalah pola makan (mencakup frekuensi makan, jenis makanan, dan jumlah/porsi makan) tinggi purin. Hal penting yang mempengaruhi penumpukan kristal adalah hiperurisemia dan saturasi jaringan tubuh terhadap asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian penyakit gout artritis di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan case control study. Besar sampel sebanyak 42 orang pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi square (X2dan Odds Ratio (OR). Hasil uji statistik didapatakan bahwa pada α = 0,05, p value = 0,04, X2 hitung lebih besar dari X2 tabel (4,356 >3,481), dimana Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai OR = 4, 136. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian penyakit gout arthritis. Pasien dengan pola makan tidak baik berisiko 4,1 kali lebih besar mengalami penyakit gout artritis.

Kata Kunci : pola makan, gout artritis.

Full Text:

PDF

References


Almatsier, 2006, Penuntun Diet Edsi Baru. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Budianti, Alfinda, 2008, Status Gizi Dan Riwayat Kesehatan Sebagai Determinan Hiperurisemi, Program Studi Gizi Masyarakat Dan Sumber Daya Keluarga Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/1298/A08abu.pdf;jsessionid=A6529A08F7334469C8F4BF02000F8A0F?sequence=5. (Diakses 6 Januari 2015).

Budiarto, 2001, Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. EGC, Jakarta.

Balitbangkes, 2013, Data Riset Kesehtan Dasar Republik Indonesia Tahun 2013. Kemenkes RI.

Carter, Michael A. 2006. Gout (dalam Buku Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, Edisi 6, Vol. 2, Editor Sylvia A. Price & Lorraine M. Wilson), EGC, Jakarta.

Hensen & Putra, T.R. 2007. Hubungan Konsumsi Purin dengan Hiperurisemia pada Suku Bali di Daerah Pariwisata Pedesaan. Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam Unud/RS Sanglah. http://download.portalgaruda. orgarticle.phparticle/131268val/927.pdf, diakses 27 Juni 2015.

Karyadi, Elvina, 2002. Hidup Bersama Hipertensi, Asam Urat, Jantung Koroner. PT Intisari Mediatama, Jakarta.

Kumala, M. 2010. Peran Gizi Dalam Penatalaksanaan Hiperurisemia dan Pirai, Damianus Journal of Medicine, Vol.9, No.2, Juni 2010.

Pratiwi, F Vestita, 2013, Gambaran Kejadian Asam Urat (Gout) Berdasarkan Kegemukan Dan Konsumsi Makanan (Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember). Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/24626/ AB%20%28330%29_1.pdf?sequence=1, diakses 30 januari 2015.

Rahmawati, Sita, 2010, Menu Sehat Asam Urat. PT Pustaka Insan Madani, Anggoya IKAPI: Yogyakarta.

Rekam Medik RSUD Toto Kabila, 2013-2014. Data Pasien Penyakit Gout Arthritis. RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango.

Setyoningsih, Rini, 2009. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperurisemia pada Pasien Rawat Jalan di RSUP DR. Kariadi Semarang, Artikel Penelitian.




DOI: http://dx.doi.org/10.52365/jhn.v1i2.12

Article Metrics

Abstract view : 2082 times
PDF - 3680 times

Copyright (c) 2017 JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS



Journal Indexes

Indexed In :

Portal Garuda Dimensions Sinta

Creative Commons License
Journal Health and Nutritions is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

NOMOR ISSN
ONLINE : 2549-7618
CETAK : 2407-8484