Optimalisasi Peran Kader Posyandu melalui Inovasi Cookies Fortifikasi Daun Kelor dan Tulang Ikan Lele sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Hunggaluwa
Abstract
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo, khususnya di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto. Rendahnya asupan zat gizi makro dan mikro, terutama protein dan kalsium, menjadi faktor risiko utama terjadinya stunting pada anak. Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posyandu melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi cookies fortifikasi berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan tulang ikan lele (Clarias gariepinus) sebagai upaya pencegahan stunting dengan memanfaatkan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan produksi, uji organoleptik, serta evaluasi peningkatan pengetahuan kader menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 42% setelah pelatihan, disertai kemampuan kader dalam memproduksi cookies fortifikasi secara mandiri. Uji organoleptik menunjukkan bahwa produk cookies memiliki karakteristik sensori yang baik dengan tingkat penerimaan sebesar 85% responden. Selain meningkatkan kapasitas kader Posyandu, kegiatan ini juga berpotensi mendorong pengembangan wirausaha pangan lokal bergizi di masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan kader Posyandu yang berkelanjutan dalam mendukung pencegahan stunting melalui inovasi pangan lokal dan edukasi gizi keluarga.
Stunting is a chronic nutritional problem that remains a major public health challenge in Gorontalo Province, particularly in Hunggaluwa Village, Limboto District. Insufficient intake of macro- and micronutrients, especially protein and calcium, is a key risk factor for stunting in children. This Student Creativity Program in Community Service (PKM-PM) aimed to empower Posyandu cadres by improving their knowledge and skills in producing fortified cookies made from moringa leaves (Moringa oleifera) and catfish bones (Clarias gariepinus) as an effort to prevent stunting through the utilization of locally available, nutrient-rich food sources. The program methods included observation, socialization, training, production assistance, organoleptic testing, and evaluation of cadres’ knowledge improvement using pre-test and post-test assessments. The results demonstrated a 42% increase in cadres’ knowledge following the training, along with enhanced skills in independently producing fortified cookies. Organoleptic evaluation indicated that the developed cookies had favorable sensory characteristics, with an acceptance rate of 85% among respondents. In addition to strengthening the capacity of Posyandu cadres, this activity also has the potential to promote the development of community-based nutritious local food entrepreneurship. This program is expected to serve as a sustainable model for empowering Posyandu cadres in supporting stunting prevention through local food innovation and family nutrition education.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Hidayah, N., D. Rahmawati, dan S. Lestari. 2023. “Pendekatan Partisipatif dalam Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu terhadap Perubahan Perilaku Gizi Masyarakat.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 18 (2): 145–153.
Mayo, A., F. Rahman, dan R. Sulaiman. 2020. “Local Food Fortification as a Strategy to Improve Nutritional Intake in Rural Communities.” International Journal of Community Nutrition 7 (1): 22–30.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2018. Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Permatasari, R., D. Wulandari, dan A. Prasetyo. 2022. “Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Inovasi Pangan Lokal Berbasis Singkong dan Ikan Lele.” Jurnal Gizi dan Kesehatan 14 (3): 201–210.
Putri, A. R., U. Santoso, dan D. Lestari. 2019. “Pengolahan Tulang Ikan sebagai Sumber Kalsium Alami untuk Pangan Fortifikasi.” Jurnal Teknologi Hasil Perikanan 8 (2): 95–102.
Rachmawati, I., dan S. Handayani. 2021. “Daya Terima Produk Pangan Berbasis Daun Kelor sebagai Alternatif Makanan Tambahan.” Jurnal Gizi Indonesia 9 (1): 55–63.
Sari, I., R. Renaldi, M. Mitra, O. Dewi, dan H. Ismainar. 2022. “Implementasi Promosi Kesehatan dalam Program Stunting di UPT Puskesmas Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2021.” Ensiklopedia of Journal 4 (2): 183–191.
Setyaningsih, D., A. Apriyantono, dan M. P. Sari. 2010. Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. Bogor: IPB Press.
Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). 2023. Laporan Nasional Status Gizi Balita. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Suryani, A., D. Handoko, dan Y. Pramono. 2020. “Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Kandungan Senyawa Bioaktif Daun Kelor.” Jurnal Teknologi Pangan 11 (1): 45–52.
Uno, Wiwit Zuriati, C. Djamil, M. Alvionita, dan D. P. Iman. 2024. “Potensi Limbah Ikan Lele (Clarias sp.) sebagai Sumber Kolagen Alami untuk Aplikasi Farmasi dan Kosmetika: Kajian Literatur.” Jurnal Multidisipliner Bharasumba 3 (3): 130–145.
Winarno, F. G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Bogor: M-Brio Press.
DOI: http://dx.doi.org/10.52365/jond.v5i2.1613
Article Metrics
Abstract view : 23 timesRefbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed in:
