Pemberdayaan Kelompok Keluarga dalam memenuhi Protein Hewani (Ikan Lele) untuk Pencegahan dan Penanganan Balita Stunting di Huntu Utara
Abstract
Prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo tahun 2021 sebesar 29% dan tahun 2022 terjadi penurunan menjadi 23,8%. Di Kabupaten Bone Bolango prevalensi stunting tahun 2021 sebesar 25,1% dan pada tahun 2022 terjadi penurunan menjadi 22,3%. Hasil penimbangan pada bulan Maret 2023 menunjukkan bahwa dari 65 balita, sebanyak 8 balita (12%) tergolong sangat pendek berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U), dan 10 balita (15%) mengalami gizi kurang berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Temuan ini menunjukkan bahwa proporsi balita stunting di Desa Huntu Utara masih berada di bawah angka rata-rata Kabupaten Bone Bolango. Stunting di desa tersebut terutama disebabkan oleh rendahnya asupan nutrisi, khususnya protein hewani, yang berkaitan dengan keterbatasan pendapatan keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan dan penanganan stunting, serta memperkuat pemahaman keluarga tentang peran mereka dalam bidang kesehatan, dan tersedianya 1 unit kolam budidaya ikan lele dengan metode bioflok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran mengenai pencegahan dan penanganan stunting, dari < 80% sebelum intervensi menjadi > 85% setelah intervensi. Selain itu, terjadi pula peningkatan pengetahuan sasaran tentang peran keluarga di bidang kesehatan, dari < 75% sebelum intervensi menjadi > 85% setelah intervensi. Terjadi penurunan kasus balita stunting dari 8 balita menjadi 4. Tersedia kolam sudah terisi ikan lele sebanyak 1.300 ekor dan dapat dipanen bulan Januari 2025.
The prevalence of stunting in Gorontalo Province in 2021 was 29%, and it declined to 23.8% in 2022. In Bone Bolango Regency, the prevalence of stunting was 25.1% in 2021 and decreased to 22.3% in 2022. Anthropometric assessments conducted in March 2023 showed that among 65 children under five, 8 children (12%) were classified as severely stunted based on the height-for-age (H/A) indicator, and 10 children (15%) were identified as underweight according to the weight-for-age (W/A) indicator. These findings indicate that the proportion of stunted children in Huntu Utara Village remains below the average prevalence in Bone Bolango Regency. Stunting in this village is primarily attributed to inadequate nutritional intake, particularly animal protein, which is associated with limited household income. This community engagement program aimed to reduce stunting prevalence, improve family knowledge regarding stunting prevention and management, strengthen family understanding of their roles in maintaining health, and establish one unit of a biofloc-based catfish aquaculture pond. The results demonstrated an increase in participants’ knowledge of stunting prevention and management, from <80% prior to the intervention to >85% after the intervention. In addition, knowledge related to family roles in health increased from <75% before the intervention to >85% afterward. A reduction in stunting cases was also observed, from eight children to four. One aquaculture pond stocked with 1,300 catfish was successfully established and is expected to be ready for harvest in January 2025.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amalia, Rizki, and Mutmainnah. 2024. “Peran Keluarga dalam Mencegah Radikalisme.” Journal on Education 07 (01): 6558–64. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/joe.v7i1.7303.
Anjani, Dian Mira, Sri Nurhayati, and Immawati. 2024. “Penerapan Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Stunting pada Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Inap Banjarsari Metro Utara.” Jurnal Cendikia Muda 4 (1): 62–69.
Apriasih, Hapi, and Chanty YH. 2023. “Peran Keluarga dengan Balita Stunting dalam Upaya Pemberdayaan.” Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia 13 (3): 100–106. https://doi.org/10.33221/jiki.v13i03.2328.
Asrina, Andi, Evi Soviyati, and Eka Nurmalia. 2024. “Demonstrasi Pengolahan Ikan Lele sebagai Makanan Tambahan dalam Pencegahan Stunting Pada Calon Pengantin.” Jurnal Pemberdayaan Dan Pendidikan Kesehatan 4 (01): 29–36. https://doi.org/10.34305/jppk.v4i 01.1337.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. 2022. “Status Gizi SSGI 2022.” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. https://www.agropustaka.id/buku/unduh-gratis-di-sini-buku-saku-hasil- survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2022/.
Dewi, Endah Rita Sulistya, and Maria Ulfah. 2022. “Performa Bioflok pada Sistem Bioflok-Akuaponik Ramah Lingkungan.” Bioma: Jurnal Ilmiah Biologi 11 (1): 121–34. https://doi.org/10.26877/bioma.v11i2.10989.
Dion, Yohanes, and Yasinta Betan. 2013. Asuhan Keperawatan Keluarga Konsep dan Praktik. 1st ed. Yogyakarta: Nuha Medika.
Faridah, Faridah, Selvie Diana, and Yuniati Yuniati. 2019. “Budidaya Ikan Lele dengan Metode Bioflok pada Peternak Ikan Lele Konvesional.” CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1 (2): 224–27. https://doi.org/10.31960/caradde.v1i2.74.
Fatihah, Ainul Khoirunisa, Innes Prameswary, and Almira Oktantia Putri. 2023. “Media Audio Visual Aids (AVA) dalam Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Pembelajaran Biologi.” PENDEKAR: Jurnal Pendidikan Berkarakter 1 (6): 196–214. https://doi.org/10.51903/pendekar.v1i6.502.
Firmansyah, Rio, Ade Anisa Dewi, Maya Setiowati, Rizqi Qurrota A’yun B., Farah Amaliyah Y., Suci Wulandari, Civica Silmi, et al. 2024. “Susu Inovatif untuk Pencegahan Stunting di Desa Claket.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara 5 (1): 1294–1300. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i1.2958.
Indariyanti, Nur, Dian Febriani, Aldi Huda Verdian, and Linuwih Aluh Prastiti. 2024. “Penerapan Teknologi Bioflok pada Pembesaran Lele di Pokdakan Mina Karya Desa Way Dadi Sukarame Kota Madya Bandar Lampung.” Jurnal Pengabdian Nasional 5 (1): 42–48. https://doi.org/10.25181/jpn.v5i1.3520.
Kasnir, Muhammad, Junaidin Zakaria, and Syarifuddin. 2023. “Budidaya Ikan Nila dengan Sistem Bioflok di Sungai Tello Kota Makassar.” Window of Community Dedication Journal 04 (01): 17–25. https://doi.org/10.33096/wocd.v4i1.1782.
Mashar, Slamet Ali, Suhartono Suhartono, and Budiono Budiono. 2021. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak: Studi Literatur.” Jurnal Serambi Engineering 6 (3): 2076–84. https://doi.org/10.32672/jse.v6i3.3119.
Nordianiwati, Nordianiwati, Nur Gilang Fitriana, Lamria Situmean, Indrawati Aris Tyarini, and Ari Setyawati. 2024. “Education on the Role of Family in Stunting Prevention in Toddlers.” Abdimas Polsaka 3 (1): 14–19. https://doi.org/10.35816/abdimaspolsaka.v3i1.62.
Obar, O, S Hartati, U M Balqis, and ... 2023. “SETEL (Sehat dengan Telor): Generasi Bebas Stunting Program CRS STIKes Permata Nusanata dengan PT QL Agrofood.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini (JPMKT) 2 (2): 90–99. https://doi.org/10.58516/96x2jh89.
Purhadi, Rahmawati, and Zaenat Joni Mustofa. 2019. “Pengaruh Pemberian Bubur Kacang Hijau terhadap Perubahan Berat Badan Balita dengan Status Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangharjo Kabupaten Grobogan.” The Shine Cahaya Dunia Ners 4 (1). https://doi.org/10.35720/tscners.v4i1.137.
Rachim, Annisa Nailis Fathia, and Rina Pratiwi. 2017. “Hubungan Konsumsi Ikan terhadap Kejadian Malagizi pada Anak Usia 2-5 Tahun.” Jurnal Kedokteran Diponegoro 6 (1): 36–45. https://doi.org/10.14710/dmj.v6i1.16233.
DOI: http://dx.doi.org/10.52365/jond.v5i2.1429
Article Metrics
Abstract view : 75 timesRefbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed in:
