RISIKO UMUR DAN PARITAS TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI BLUD RSU DR. H. ALOEI SABOE KOTA GORONTALO TAHUN 2014
Abstract
Kematian maternal 2-5 kali lebih tinggi pada usia <20 tahun dan >35 tahun. Risiko terhadap ibu dan anak pada kelahiran bayi pertama cukup tinggi, kemudian risiko itu menurun pada paritas kedua dan ketiga serta meningkat lagi pada paritas keempat dan seterusnya. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan besarnya risiko (umur, paritas) terhadap perdarahan postpartum. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Case Control Study dengan rancangan survey analitik yang bersifat Retrospektif. Sampel adalah ibu bersalin dengan kasus Perdarahan Postpartum dan tidak Perdarahan Postpartum di Ruang Bersalin BLUD RSU Prof Dr. H. Aloei Saboe sebanyak 39 orang dan tidak Perdarahan Postpartum sebanyak 39 orang dengan teknik Proporsional Random Sampling.Variabel bebas yaitu Umur dan Paritas dan variabel terikat adalah Perdarahan Postpartum. Analisis data pada penelitian ini secara univariat dan bivariat dengan uji odds ratio (OR). Hasil penelitian: umur ibu kategori resiko tinggi sebanyak 28 orang (71,79%) dan umur resiko rendah sebanyak 11 orang (28,21%). Paritas ibu resiko tinggi sebanyak 28 orang (71,79%) dan paritas resiko rendah sebanyak 11 orang (28,21%). Hasil penelitian menemukan dari dua variabel yang diduga berisiko terhadap Perdarahan Postpartum, umur OR=17,309; paritas OR=4,073 terbukti berisiko terhadap Perdarahan Postpartum
Keywords
Umur, Paritas, Perdarahan Postpartum
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.52365/jm.v1i1.161
Article Metrics
Abstract view : 289 timesCopyright (c) 2018 JOURNAL MIDWIFERY

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
| Publisher: Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo Jalan Taman Pendidikan, Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Gorontalo, Provinsi Gorontalo Tel. (0435)827182, Fax. (0435)827182 email: jm@poltekkesgorontalo.ac.id | Support By: |



